Thursday, July 26, 2012

Comfort Zone

“Kamu harus berani keluar dari comfort zone kamu”. Itu kalimat dari seorang motivator yang gue terima saat workshop beberapa hari lalu. Comfort zone adalah dimana kita sudah merasa sangat nyaman dengan segala hal dalam suatu kondisi. Maksudnya, kita udah ngerasa klop banget dengan suasana tersebut dan enggan buat mengubah hidup kita.

Kita semua pastinya pernah terjebak dalam situasi ini. Awalnya emang ngga berdampak buruk, malah banyak dari kita menganggap bahwa saat itu kita sudah mencapai apa yang kita inginkan. Hal itulah yang bikin kita stuck dalam zona tersebut, karena merasa udah aman.

Comfort zone ini justru adalah salah satu hambatan bagi kita buat lebih maju. Kalian pasti ngerti, kalo hal ini terus dibiarkan akan membatasi kesuksesan kita. Gimana ngga, kalo kita enggan buat beranjak dari zona tersebut, ya selamanya kita ngga akan bisa mendapatkan yang lebih dari sebelumnya.

Ada dalam comfort zone emang bisa bikin kita terlena, termasuk terlena dari kesuksesan. Motivator itu bilang, kita harus berani keluar dari comfort zone. Ngga bisa dipungkiri bahwa meninggalkan zona nyaman itu adalah tantangan yang sangat sulit.
Dia kemudian memberikan beberapa tips buat keluar dari comfort zone. Here they are:

  • ·   Tanamkan keinginan dan keyakinan yang kuat.
  • ·   Kita mau mulai meninggalkan kebiasaan lama
  • ·   Make sure tujuan kita.
  • ·  Buat daftar keuntungan kalo kita keluar dari comfort zone, dan kerugian kalo kita stay in comfort zone. Otak kita cenderung akan milih keuntungan.
Awalnya emang terasa berat dan ngga nyaman. Tapi apakah kalo kita stay in comfort zone and do nothing, kemudian kita akan terus nyaman? Belum tentu! Di dunia ini yang kekal adalah perubahan. Kita emang ngga bisa mengubah arah angin, tapi kita bisa banget mengubah arah layar.

Buanglah ke TPS anggapan bahwa kalo kita keluar dari comfort zone, maka kita akan memasuki stress zone. Tumbuhkanlah pola pikir yang positif dalam otak kita. Kata-kata akan sangat berpengaruh dalam performance kita. Kalo udah keluar, berusahalah nyaman dalam KETIDAKNYAMANAN.

Friday, July 13, 2012

Kau

Aku sendiri tak percaya dengan cinta pada pandangan pertama. Tapi kau adalah pengecualian. Kau muncul di sudut mata seperti sesuatu yang wajar adanya, menghangatkan wajahku seperti cahaya matahari pagi. Suaramu bergelenyar lembut seperti belaian angin sore. Seluruh indraku bereaksi waspada, kau adalah godaan yang tak bisa disangkal begitu saja.

“Siapa namamu?” batinku bertanya-tanya. Kau benar-benar membuat pikiranku tak keruan. Aku semakin sering melihatmu dalam hidupku, tetapi aku tak punya petunjuk barang secuil pun tentang dirimu. Kau misterius seperti malam tak berbulan. Hadirmu memabukkan seperti aroma rempah-rempah.

Namun, sebelum aku berhasil membongkar misteri tentangmu, sosokmu menguap begitu saja seperti embun menjelang siang. Kukira nyeri di hatiku juga bisa cepat pergi, dibantu oleh waktu—aku salah.

Perasaanku tak sama lagi setelah kepergianmu. Kau membuatku mencandu. Kau membuatku merindu.