Tuesday, May 7, 2013

Keikhlasan Demi Perbedaan


Beragam rasa sesal ingin kutebus
Tapi takut jadinya menghalangi kebahagiaanmu

Terkadang aku sesak melihatmu tertawa
Bukan, karena bukan lagi aku pencipta bahagia itu

Aku memilih pergi untuk membuatmu pergi
Bodoh memang, sebab sakitlah yang senyatanya menemaniku
Bagaikan terhempas badai katrina yang akhirnya buatku sadar
Sadar bahwa perbedaan begitu kokoh memagari

Mungkin hari ini waktu untuk aku terjatuh
Hingga aku paham Tuhan menjadikan kisah ini sebagai kesiapan
Agar lahir rasa baru yang kemudian hidupkan aku lagi

Aku ikhlas kala semilir angin membawamu lenyap dari ingatku
Sebab pada akhirnya aku memohon pada semesta agar bukan kau lagi lentera dalam lelapku
Namun, sebelum hati ini berhenti meneriaki namamu, ketahuilah satu
Aku harus menjadi paku yang rela dibenamkan oleh palu bernama keyakinan

Nyanyian Sepasang Sahabat

Tersadar untuk apa jauh-jauh berlayar

Jika nyatanya bersamamu aku damai

Memang sudah benar kata hatiku
Aku mencintaimu sesederhana ini tanpa tanda tanya

Entah sebagai awal maupun akhir, aku tetap mendambamu

Aku mencintaimu bukan karena kau indah
Kaulah sosok setia dari setiap baris kisah manis dan pahitku

Di hadapan matamu aku menyerahkan hati
Aku menginginkanmu tanpa batas waktu
Di luar pemahaman aku mencintaimu dulu, kini, terlebih nanti

Pernah aku menepikan bayangmu
Tapi malah menarik kau lebih dalam ke markas hatiku

Bersamamu, kuukir prasati cinta di atas ketulusan

Bila rasa ini nyata, yakinlah
Seluruhnya kuhantarkan rasaku untukmu seorang

Karena hati telah kulabuhkan sejak keakuan perasaan tertaut
Seperti satu yang terjadi selama ini
Aku dan kamu : kita membiarkan waktu larut setiap kali berdekatan