Jika nyatanya bersamamu aku damai
Memang sudah benar kata hatiku
Aku mencintaimu sesederhana ini tanpa
tanda tanya
Entah sebagai awal maupun akhir, aku tetap mendambamu
Aku mencintaimu bukan karena kau indah
Kaulah sosok setia dari setiap baris
kisah manis dan pahitku
Di hadapan matamu aku menyerahkan hati
Aku menginginkanmu tanpa batas waktu
Di luar pemahaman aku mencintaimu dulu,
kini, terlebih nanti
Pernah aku menepikan bayangmu
Tapi malah menarik kau lebih dalam ke
markas hatiku
Bersamamu, kuukir prasati cinta di atas ketulusan
Bila rasa ini nyata, yakinlah
Seluruhnya kuhantarkan rasaku untukmu
seorang
Karena hati telah kulabuhkan sejak keakuan perasaan tertaut
Seperti satu yang terjadi selama ini
Aku dan kamu : kita membiarkan waktu
larut setiap kali berdekatan
No comments:
Post a Comment