Sunday, December 8, 2013

Ketidakberdayaan Sebuah Rasa

Kuingin bergegas pulang ke peristirahatan rinduku : hatimu
Bagaimana bisa mencegah bila labirin hatimu setia menjemputku kembali
Kembali ke tempat ketika kita memulai kisah, jatuh cinta
Di luar pemahaman akal sehat, rindu ini selamanya milikmu saja
Taman cintaku selalu mendakwa bayangmu tanpa henti
Mengendapkannya dalam diam, menungu perjumpaan merunut senyatanya

Perpisahan membumihanguskan seluruh rindu tak bersisa
Terang memendar di antara nanar rindu yang telantar akibat kebisuan jarak
Rinduku akut, merajalela di batas angkuh yang membisukan tanya tentangmu
Dalam pekat malam bayangmu seolah lentera yang menyoroti sebaris kesunyianku
Apakah kau memendam rindu yang sama?
Bagaimana bisa aku beranjak pergi bila sapamu hari ini menjadi kejutan
Dan sepanjang sisa hari ini hingga nanti, kisahku jadi bertema “Bahagia Bersamamu”