Kuingin
bergegas pulang ke peristirahatan rinduku : hatimu
Bagaimana
bisa mencegah bila labirin hatimu setia menjemputku kembali
Kembali ke
tempat ketika kita memulai kisah, jatuh cinta
Di luar
pemahaman akal sehat, rindu ini selamanya milikmu saja
Taman cintaku
selalu mendakwa bayangmu tanpa henti
Mengendapkannya
dalam diam, menungu perjumpaan merunut senyatanya
Perpisahan
membumihanguskan seluruh rindu tak bersisa
Terang memendar di antara nanar rindu
yang telantar akibat kebisuan jarak
Rinduku akut, merajalela di batas angkuh
yang membisukan tanya tentangmu
Dalam pekat malam bayangmu seolah
lentera yang menyoroti sebaris kesunyianku
Apakah kau memendam rindu yang sama?
Bagaimana bisa aku beranjak pergi bila
sapamu hari ini menjadi kejutan
Dan sepanjang sisa hari ini hingga
nanti, kisahku jadi bertema “Bahagia Bersamamu”
No comments:
Post a Comment