6 Oktober 2009
Aku
baru berhasil memejamkan mata sekitar pukul satu. Entah apa yang sedang
kupikirkan, perasaanku begitu tak tenang. Sekitar pukul lima, aku yang baru
saja berhasil memasuki dunia mimpi, sontak terbangun mendengar jeritan Mama
dari kamarnya. Dengan cemas aku segera menghampiri Mama. Di kamarnya, beliau
sedang berusaha membangunkan Papa yang tertelungkup tak sadarkan diri.
“Ma,
Papa kenapa?” tanyaku waktu itu.
“Nggak
tau, sebelum salat subuh Papa masih baik-baik aja. Mama tinggal ke belakang,
Papa udah gini.”
Panik
menjalari kami sekeluarga. Pikiran paling buruk pun menghinggapi diriku. Segera
aku dan kakakku meminta pertolongan tetangga untuk membawa Papa ke rumah sakit
yang letaknya tak jauh dari rumah. Tak lama kami sampai di UGD. Kami menunggu
hasil pemeriksaaan dengan gelisah. Beberapa menit kemudian, seorang petugas
menghampiri kedua kakakku. Dengan ekspresi tak tega, ia memberitahukan bahwa
Papa telah tiada. Saat itu aku berharap bahwa aku hanya sedang berada dalam
acara super trap. Berharap akhirnya petugas itu mengatakan bahwa semuanya hanya
jebakan. Tapi sayangnya keinginanku itu hanya sebatas ilusi. Papa meninggalkan
kami tepat lima hari sebelum resepsi pernikahan kakak pertamaku. Sedih, kalut,
kecewa, bahkan marah sempat kutujukan kepada Semesta. Kenapa mesti Papa yang
begitu cepat dipanggil menghadap-Nya? Kenapa mesti Papa dari jutaan bahkan
milyaran orang yang ada di dunia ini? Kenapa mesti menjelang hari istimewa putri
pertamanya? Mama menangis menjerit, aku bersaudarapun tak kalah berduka. Iya,
kami harus kehilangan sosok pemimpin di rumah. Satu-satunya pria yang dapat
menjaga kami. Mengingat anak Papa semuanya adalah wanita.
6
Juli 2014
Hallo, Pa? Gimana kabar Papa di sana? Pasti tempat Papa di sana lebih indah, ya? Kalo Iyan bilang, Tuhan butuh temen makanya memanggil Papa untuk menemani-NYA.
Hampir
lima tahun berlalu, aku masih tak percaya Papa telah tiada. Mungkin beberapa
orang di luar sana berpikiran bahwa aku berlebihan. Mereka dengan mudah
menyuruhku untuk bersabar dan mengikhlaskan kepergian Papa. Bagaimanapun
seseorang menyuruhku bersabar, menghilangkan kesedihanku, tetap saja air mata
ini mengalir tiap kali teringat sosok Papa. Sosok laki-laki terbaik yang sangat
kudambakan. Aku menyayangi Papa, tetapi ternyata Semesta lebih menyayangi Papa
Sering
aku menganggap Papa hanya sedang berpergian ke suatu tempat dan kelak akan
pulang. Berharap begitu Papa pulang, beliau akan bangga melihat putri-putrinya
telah tumbuh dewasa dengan segudang prestasi. Papa bisa melihat putri
pertamanya telah memiliki keluarga kecil yang harmonis dan kini sudah
memberikannya seorang cucu yang sangat lucu dan pintar. Melihat putri keduanya
telah berhasil menamatkan pendidikan strata satu di universitas paling
bergengsi di tanah air ini. Melihat bahwa putri bungsunya telah menyelesaikan high school dengan nilai yang
membanggakan. Hampir lima tahun kepergian Papa, begitu banyak yang berubah dari
keluarga kami. Mama, orangtua tunggal praktis harus menggantikan sosok Papa
untuk menjadi kepala keluarga. Aku hanya berharap Semesta memberiku waktu untuk
dapat sedikit membalas jasa orangtua, terlebih Mama. Membuat Mama tersenyum
karena hasil kerja keras putrinya.
Hidup
memang berputar antara pertemuan dan perpisahan. Terlalu nyaman dengan kondisi
yang tengah dihadapi kadang membuatku terlupa bahwa kami milik Sang Maha Hidup.
Kehilangan tentu menyedihkan, mengecewakan, dan menyakitkan. Itu lumrah
dirasakan manusia yang kadar egonya melebihi superego. Hampir lima tahun
berlalu aku masih belajar untuk berdamai dengan keadaan. Mencoba mengafirmasi
bahwa pada saatnya memang aku harus berpisah dengan semua orang yang kusayang.
Sebelum waktu itu datang, aku harus berbuat yang terbaik untuk mereka.
Malam
ini, ketika rasa rinduku begitu membuncah, aku hanya dapat memandangi sosok
Papa dalam bingkai foto. Aku bahagia jika Papa bahagia di sana. Seperti yang
pernah kukatakan, suatu saat nanti kita akan bertemu kembali di surga Allah. No
matter what’s going on, i’m pretty sure everything’s gonna be okay.
Ade sayang Papa :')






